Rabu, 27 Maret 2013

Harley Davidson Club Indonesia



Setelah berakhirnya perang dunia Ke-II dan awal kemerdekaan Republik Indonesia, masyarakat telah mengenal salah satu kendaraan bermotor roda dua dengan merk Harley Davidson, yang merupakan peninggalan tentara sekutu dan Belanda di Indonesia. Kendaraan roda dua Harley Davidson tersebut pada saat itu umumnya digunakan di lingkungan instansi Militer dan Kepolisian sebagai kendaraan dinas untuk tugas-tugas pengawalan dan kurir. Selain itu kendaraan tersebut juga digunakan di perkebunan-perkebunan ex Belanda yang ada di Pulau Jawa dan Sumatera.

Berbekal dari pengalaman mereka yang pernah berdinas menggunakan kendaraan motor besar tersebut dan adanya sekelompok pecinta otomotif kendaraan roda dua serta yang memiliki kesamaan hobi untuk memelihara dan mengendarai motor besar tersebut maka mereka mulai mendirikan wadah perkumpulan dalam bentuk club-club motor dari berbagai jenis kendaraan seperti Harley Davidson, Norton,Triumph,BSA,danlain-lain.

Perkumpulan atau club-club pecinta motor tersebut mulai berdiri, namun sifatnya secara sendiri-sendiri sesuai domisili kelompok yang ada di kota-kota besar baik di Pulau Jawa seperti Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya dll maupun kota-kota besar lainnya diluar Pulau Jawa.
  

Di era tahun 1960-an para pecinta motor besar khususnya Harley Davidson yang berada di Jakarta mendirikan club Harley Davidson dengan nama Harley Davidson Club Djakarta (HCD), Harley Davidson Club Bandung (HCB), Harley Davidson Club Tjirebon (HCT), Harley Davidson Club Semarang (HCS), dan club-club Harley Davidson yang tersebar diseluruh Indonesia, semua itu merupakan embrio dari terbentuknya organisasi Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) yang ada pada saat ini.
Atas dasar kesamaan hobi dan semangat persaudaraan yang ada dari para pecinta Harley Davison tersebut maka pada tanggal 13 Agustus tahun 1988 bertepatan dengan peringatan hari ulang tahun Harley Davidson Club Jakarta di Jakarta tercetuslah keinginan bersama dari para pecinta Harley Davidson yang hadir dari berbagai daerah (Jawa, Bali dan Sumatera) untuk membentuk organisasi yang bersifat Nasional sebagai wadah tunggal dari berbagai club Harley Davidson yang ada.



Musyawarah Nasional Harley Davidson Club di Bandung pada tanggal 28 Mei 1990 menghasilkan keputusan yaitu membentuk organisasi sebagai wadah tunggal yang dinamakan Harley Davidson Club Indonesia (HDCI). Salah satu tokoh penggagas dan pendiri organisasi HDCI adalah Bpk. A. Sentani, SH, beliau yang aktif mempersiapkan dan memfasilitasi pertemuan dan penyelenggaraan pembentukan HDCI yang dilaksanakan di Bandung.



Selain beliau ada beberapa tokoh lainnya yang juga berperan aktif dalam proses pembentukan HDCI yaitu Letjend.TNI Dading Kalbuadi, Marsda.TNI. Ibnu Soebroto, Drs. H. Indrojojo Kusumo Negoro (Indro Warkop), Kolonel Polisi (Purn.) Suherman, dan lain-lainnya. Tokoh lainnya yang juga mempunyai andil besar dalam mengembangkan HDCI khususnya di DKI Jakarta adalah Brigjen TNI. Herman Sarens Sudiro, dengan semangat dan kerja keras beliau dalam memotivasi para anggota HDCI telah menjadikan HDCI DKI Jakarta menjadi barometer bagi pengembangan dan kemajuan HDCI yang ada di seluruh Indonesia



Sejak berdirinya club Harley Davidson di Indonesia pada tahun 1990 tersebut, HDCI sebagai organisasi motor besar Harley Davidson di Indonesia telah menunjukan aktifitasnya yang sangat positif bagi para anggotanya maupun masyarakat. Hal ini dapat dilihat melalui kegiatan-kegiatan yang bersifat touring dalam memperkenalkan potensi pariwisata, maupun kegiatan-kegiatan bhakti sosial guna membantu masyarakat yang kurang mampu dan membantu kegiatan penanggulangan korban bencana alam.


Senin, 25 Maret 2013

GSM (Global System For Mobile Communication)



GSM atau Global System for Mobile Communications merupakan teknologi digital yang bekerja dengan mengirimkan paket data berdasarkan waktu, atau yang lebih dikenal dengan istilah timeslot. GSM sendiri merupakan turunan dari teknologi Time Division Multiple Access (TDMA). Teknologi TDMA ini mengirimkan data berdasarkan satuan yang terbagi atas waktu, artinya sebuah paket data GSM akan dibagi menjadi beberapa time slot.
Timeslot inilah yang akan digunakan oleh pengguna jaringan GSM secara ternporer (sementara). Maksud dan digunakannya timeslot secara temporer adalah timeslot tersebut akan dimonopoli oleh pengguna selama mereka gunakan, terlepas dan mereka sedang aktif berbicara atau sedang idle (diam).

Gambaran yang lebih mudah untuk memahami prinsip kerja GSM. Analoginya seperti ini: andaikan sebuah armada taksi (dalam kasus ini berperan sebagai operator) yang memiliki 100 armada taksi (armada sebagai time slot). Armada taksi (timeslot) tersebut disewa oleh penumpang (pengguna). Secara otomatis, armada taksi tersebut tidak bisa digunakan oleh pengguna lain, walaupun bisa jadi pengguna tadi sedang tidak berada di dalam taksi (seperti sedang menunggu atau sedang bertamu ke suatu tempat sedangkan taksinya disuruh menunggu). Dalam posisi seperti ini, sudah jelas bahwa taksi itu sudah di-booking oleh pengguna pertama dan tidak mungkin melayani penumpang lain. Taksi tersebut baru bisa digunakan oleh penumpang lain ketika pengguna pertama sudah selesai menggunakan taksi tersebut (sudah sampai tujuan dan sudah dibayar). Inilah yang disebut prinsip monopoli temporer pada jaringan GSM.


Dari gambaran di atas terlihat jelas bahwa sistem GSM tidak mengizinkan penggunaan ponsel jika sistemnya sudah penuh (saat seluruh armada taksi sudah disewa, maka tidak ada lagi taksi kosong untuk disewa penumpang baru). Inilah yang membuat pengguna akan mendengar nada sibuk dari ponselnya saat hendak melakukan panggilan keluar (outgoing call). Namun, prinsip yang digunakan oleh GSM juga memiliki kelebihan. Teorinya, timeslot dedicated yang disediakan ini menjamin penggunanya bisa mendapatkan kualitas layanan komunikasi yang lebih konstan, tidak naik turun.
 
Kekurangannya adalah ketika jaringan GSM sudah penuh, maka pemilik ponsel biasanya akan mengalami kesulitan untuk melakukan panggilan atau bahkan menerima panggilan. Hal ini disebabkan oleh tidak adanya timeslot kosong yang bisa digunakan. Kembali ke analogi di awal pembahasan: jika semua armada taksi sudah disewa, Anda tidak akan mendapatkan taksi kosong.

Begitulah gambaran apa yang di namakan teknologi GSM ,yang kita gunakan sehari-hari.

Minggu, 24 Maret 2013

Kebutuhan Akan Internet





”Tak Ada Waktu Tanpa Social Media,” itulah mungkin kata-kata yang tepat mengambarkan fenomena masyarakat global saat ini, terutama penggiat internet.
Kalau kita hitung aktivitas kita dalam sehari. Saat mulai bangun pagi, Cek Blackberry Messanger,Facebook,Tweeter setelah itu  biasanya kita liat TV, ada yang nonton berita, ada juga nonton infotaiment. Habis itu kita jalan menuju ke kantor, nah dalam perjalanan ke kantor kalau macet biasanya, kita melakukan tweet,update status Facebook melaporkan kondisi kemacetan atau kejadian yang kita lalui. 
1.Internet Sebagai Tempat Bertanya
Sebagian dari mereka justru lebih percaya bertanya kepada mesin pencari dari pada bertanya kepada rekan yang berada di sampingnya, karena fakta telah membuktikan bahwa segala permasalahan yang serupa dengan dirinya mungkin pernah di alami oleh orang lain juga. Kenapa internet? sebuah alam maya tapi real secara harfiah, dan memang betul-betul real layaknya dunia nyata, tidak ada batasan dalam berinteraksi secara langsung maupun tidak langsung di Media Sosial Internet.
2.Internet Sebagai Media Promosi
Saya sangat setuju, dengan adanya internet sangat membantu para pebisnis meraup keuntungan dengan internet, walau pada hakekat nya internet bukan segala-galanya. Mungkin sudah tidak asing lagi sebuah istilah kantor virtual, bank virtual, toko virtual dan lain sebagainya.
3.Internet Sebagai Sosial Media
Sadarkah? dengan hadirnya sosial media sangat membantu untuk mempererat pertemanan maya, jangan beranggapan karena berteman di dunia maya maka semua kegiatan hanya di dunia maya, tidak sedikit sebagian dari mereka justru keakraban di dunia maya sama akrabnya di dunia nyata, sebut saja KOPDAR, banyak komunitas maya berbasis sosial media dan blogger yang tumbuh seperti twitter, plurk, linkedin, facebook, blog dll
Nah kalau kita perhatikan  aktivitas kita dalam selama 24 jam sehari, banyak sekali aktivitas kita yang berhubungan dengan digital (One day in a life) luar biasa banyaknya. Itulah fenomena dunia flat saat ini yang telah menguba gaya hidup kita.

Sabtu, 23 Maret 2013

Sales Promotion Girls

Pemasaran suatu produk memerlukan beberapa aktivitas yang melibatkan berbagai sumber daya. Sebagai fenomena yang berkembang saat ini, dalam pemasaran terdapat suatu bagian yang memiliki keterkaitan langsung dengan konsumen, yaitu pada bagian sales product. Bagian ini terdiri dari beberapa divisi, terutama yang berkaitan dengan sistem pemasaran yang dilakukan suatu pemasaran.
Sebagai tenaga sales product, saat ini terdapat bagian pemasaran langsung yang menawarkan produk maupun sample product. Bagian ini biasanya dikenal sebagai sales promotion, dan karena adanya karakter gender maka terdapat sales promotion girls dan sales promotion boys. Pada penelitian ini akan dilakukan suatu analisis terhadap penggunaan sales promotion girls dari suatu produk perusahaan berkaitan dengan pemasaran produk tersebut.
Pengertian sales promotion girls dapat dilihat dari berbagai aspek. Secara penggunaan bahasa, menurut Poerwodarminto (1987:198), sales promotion girl merupakan suatu profesi yang bergerak dalam pemasaran atau promosi suatu produk. Profesi ini biasanya menggunakan wanita yang mempunyai karakter fisik yang menarik sebagai usaha untuk menarik perhatian konsumen.

Menurut Carter (1999:37), kebutuhan perusahaan terhadap tenaga sales promotion girls disesuaikan dengan karakteristik suatu produk yang akan dipasarkan. Promosi produk untuk kebutuhan sehari-hari biasanya menggunakan tenaga sales promotion girls dengan kriteria yang dimungkinkan lebih rendah dibandingkan dengan sales promotion girls untuk produk semisal produk lux seperti halnya otomotif. Dengan demikian, pemilihan penggunaan tenaga sales promotion girl dapat dilakukan berdasarkan pertimbangan produk yang akan dipromosikan. Kesesuaian antara produk yang dipromosikan dengan kualifikasi sales promotion girls memungkinkan akan meningkatkan daya tarik konsumen pada produk yang dipromosikan. Keberadaan karakter fisik seorang sales promotion girl tersebut, secara fungsional dapat mengangkat citra produk, terutama produk konsumsi langsung.
Menurut Darmono (1998:35), seorang sales promotion girl dituntut untuk mempunyai tingkat kecerdasan yang tinggi, terutama terhadap pengetahuan produk yang dipromosikan maupun yang dipasarkan dan juga mempunyai penampilan fisik yang mendukung terhadap karakter produk.

Pengertian sales promotion girl ditinjau dari sistem pemasaran, Nitisemito (2001:53) berpendapat bahwa sebagai salah satu pendukung pemasaran suatu produk maka diperlukan tenaga promosi suatu produk sehingga mampu menarik konsumen. Selanjutnya,dengan kemampuan berpromosi yang dimiliki seorang sales promotion girl akan mampu memberikan berbagai informasi yang berkaitan dengan produk.
Retnasih (2001:23) menyatakan: "Sales promotion girl adalah seorang perempuan yang direkrut oleh perusahaan untuk mempromosikan produk." Pendapat ini melihat keberadaan sales promotion girls dari fungsinya yaitu sebagai pihak presenter dari suatu produk. Lebih lanjut pendapat ini mengilustrasikan bahwa tugas utama dari sales promotion girls adalah promosi produk, pada umumnya status sales promotion girls adalah karyawan kontrakan. Mereka dikontrak dalam kurun waktu tertentu untuk mempromosikan produk.

Jumat, 22 Maret 2013

History Harley Davidson



Sejarah motor Harley Davidson dimulai di Milwaukee pada tahun 1903. Saat itu, Bill Harley dan Arthur Walter Davidson yang mengembangkan sebuah motor satu silinder. Hasil perdana adalah mesin satu silinder dengan kapasitas 60 cc dan berhasil dengan baik. Karena suksesnya dua saudara Arthur tersebut lalu Walter dan William Davidson, ikut bergabung. Dua tahun kemudian, mereka sepakat melembagakan usahanya itu ke dalam Harley Davidson Motorcycles Co.
Ketika berdiri, perusahaan itu baru memproduksi tiga unit motor. Ketiga motor itu dihasilkan dari ‘’pabrik’’ di halaman rumah milik keluarga Davidson. Yang disebut pabrik itu adalah gubuk kecil di belakang rumah keluarga Davidson.

Pada tahun 1905, mereka kemudian berhasil membuat 11 unit motor. Pada 1906, perusahaan itu pindah ke Juneau Avenue, menempati ruangan lebih luas. Karena lebih leluasa, tahun itu Harley-Davidson bisa menghasilkan 150 unit motor. Kebanyakan motor mereka dibeli kepolisian setempat. Alasannya, motor Harley-Davidson bisa dipacu dengan kecepatan cukup tinggi, dan lincah. Pada tahun 1908 produksi meningkat menjadi 154 motor. Akhirnya mereka memiliki sebuah pabrik motor, awalnya hanya terbuat dari papan dan yang membuatnya adalah ayah dari Davidson. Pabrik kecil ini kemudian berkembang, hingga dapat merekrut 20 orang karyawan, untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja.

Tahun 1910, adalah awal pemasangan logo yang legendaris “Bar and Shield” di motor Harley-Davidson. Pada tahun ini, beberapa lomba balap motor, ketahanan motor dan lomba naik bukit dimenangkan oleh Harley-Davidson.

Harley kemudian memproduksi banyak model baru, seperti Sportster pada tahun 1957, Fat Boy di tahun 1990 dan Heritage Springer Softail yang klasik di tahun 1996 dan V-Rod di tahun 2001. Beberapa tipe Harley menjadi legenda dan menjadi idaman pecinta motor besar seperti Super Glide, Low Rider, dan Electra Glide.
Selain sebagai sebuah hobi, memiliki dan mengendarai motor besar Harley Davidson memberikan pengalaman dan kebanggaan sekaligus juga merupakan “Life Style” (gaya hidup) para penggemar dan pecinta motor besar Harley Davidson. Dalam buku “On Brand” (Oleh: Hermawan Kertajaya) menyebutkan bahwa Harley Davidson sebagai salah satu “Brand Religion” dimana Brand Religion ini merupakan pencapaian tertinggi atas sebuah merek. Tahun 2012 ini berarti Harley Davidson sudah mencapai usia 109 tahun, sebuah keberhasilan dan pencapaian prestasi yang hebat sekaligus membanggakan karena dapat bertahan selama itu.